Posts

Memahami Sistem Izin Kerja (Work Permit System)

Image
AssalamualaikumWarahmatullahi Wabarakatuh... Semangat Pagi rekan-rekan. Salam Sejahtera untuk kita semua, semoga diberikan kelancaran dalam semua aktifitas, diberikan kesehatan serta dilindungi dari segala Mara Bahaya. Mungkin kita semua pernah mendengar tentang Work Permit (Izin Kerja), atau ada pula yang menyebutnya dengan nama Permit to Work System, SIKA, dll. Permit to Work, kenapa masih perlu diatur oleh Sistem, karena catatan kecelakaan besar di dunia menyimpulkan banyak akar masalah terdapat pada kekurangan Manajemen Sistem Ijin kerja / Permit To Work System. Sistem Izin Kerja sangat penting diterapkan dalam pekerjaan seperti Project Construction, Maintenance dan Processing Plant yang di mana potensi risikonya sangat tinggi dan memerlukan koordinasi kegiatan serta tindakan pencegahan yang cermat untuk keselamatan kerja. Dalam situasi ini dan situasi yang memiliki potensi risiko yang serupa, prosedur perizinan dalam bekerja sangat diperlukan.  Peran dari prosedur perizinan ad...

Keselamatan Kerja Adalah Kebutuhan

Image
Briefing sebelum memulai aktivitas untuk memastikan kelengkapan alat keselamatan setiap anggota tim. Bekerja sebagai HSE / Safety di Perusahaan atau Project adalah bagaimana membangun hubungan ke semua pekerja yang dimana memiliki latar belakang pendidikan serta karakter yang berbeda, sehingga harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti agar komunikasi tersampaikan dengan baik untuk suatu tujuan. Karena dasar suatu pencapaian adalah bagaimana kita membangun hubungan, saya pernah bahkan berkali-kali menghadapi bantahan terkait aturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang kami rekomendasikan kepada seluruh pekerja. Salah satu yang paling populer adalah masalah penggunaan alat pelindung diri (APD). Tidak satu dua kali, kami, orang-orang HSE dibantah dan didebat masalah penggunaan APD ini. Karena untuk beberapa kondisi, memang penggunaan APD membuat rasa tidak nyaman. Sesak, berat, gerah, panas dan lain sebagainya yang menjadi alasan mengapa karyawan enggan ...

Bekerja sebagai HSE / Safety Officer, harus berani tampil berkomunikasi didepan banyak orang.

Image
Assalamualaikum. Wr. Wb. Selamat sore dan Semangat pagii rekan² praktisi K3 dimana pun berada, semoga selalu diberkahi dan diberikan keselamatan, kesehatan serta dilancarkan dalam segala urusan...Aamiin Allahuma Aamiin. Kali ini sambil menikmati secangkir Kopi, ada sedikit coretan dari buah pikiran mengenai apa saja pekerjaan sebagai HSE / Safety Officer, seperti sebelumnya banyak yang bertanya tentang tugas-tugas rutin HSE / Safety Officer. Bekerja sebagai HSE Officer, satu hal yang wajib dilakukan adalah tampil berbicara di depan orang banyak. Seringkali orang kesulitan untuk melakukan hal yang satu ini. Perasaan grogi, tidak percaya diri, keringat dingin, kedua kaki rasanya tidak kuat menahan berat badan, tangan gemetaran, suara bergetar menahan gugup. Kira-kira seperti itu kondisi bagi seseorang yang tidak terbiasa berbicara di depan orang banyak. Akan tetapi hal itu harus bisa dilakukan oleh seorang HSE Officer. Wajib! Kalau belum bisa?, latihan, paksa agar bisa! Karen...

10 KARAKTER SAFETY LEADERSHIP PENENTU KEBERHASILAN BUDAYA K3

Image
Assalamualaikum Waarahmatullahi Waabarakatuh. Selamat pagi, dan Semangat Pagiii sobat Safety dimana pun berada, salam sejahtera untuk kita semua, semoga masih dalam lindungan Allah. SWT. Sambil menikmati secangkir Kopi, mari bersantai sambil membaca artikel dibawah untuk menambah wawasan kita tentang bagaimana membentuk Budaya K3 (Safety Culture) di Perusahaan / Tempat Kerja. Sebagai seorang Safety (HSE / K3) mungkin Anda pernah melontarkan pertanyaan, “dari mana kita mulai membentuk sebuah budaya K3 di perusahaan?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli K3 dunia pun dengan tegas menjawab, “pembentukan budaya K3 dimulai dari manajemen puncak”. Yang mereka maksudkan di sini adalah tonggak awal pembentukan sebuah budaya K3 di mulai dari manajemen puncak, yakni pemimpin. Komitmen dan keteladanan pemimpin adalah faktor paling penting penentu keberhasilan dibangunnya budaya K3 (safety culture) di perusahaan. Safety leadership-lah yang berperan besar dalam menggerakkan pa...

Sekilas Pengertian Crane Inspection (Migas)

Image
Assalamualaikum. Wr. Wb, Semangat Pagii rekan² ysh, salam sejahtera untuk semua dan tak lupa kita mengucapkan puji dan syukur atas segala nikmat yang telah diperoleh.  Seperti jauh sebelumnya yang sudah pernah saya tulis pada postingan saya terkait Inspeksi dan Sertifikasi Crane pada Lingkungan Migas , kali ini saya sederhanakan lagi mengenai Crane Inspection (Migas). Inspeksi Pesawat Angkat / Crane Inspection dalam Industri Oil & Gas di detailkan dalam beberapa tahap yakni : Fungsi Crane Jenis Crane Konstruksi Drive Power Komponen Daftar Beban Fungsi Crane dibagikan menjadi 2 : Umum & Khusus Jenis Crane di bagi menjadi beberapa Jenis Darat (Onshore)             : Mobile, Overhead crane, Tower, Container, Portal, Locomotif, Knuckel Lepas pantai (Offshore) : Pedestal, Floating, Scotch Derrick Jenis-jenis Crane bisa dilihat pada :  Inspeksi dan Sertifikasi Crane pada Lingkungan Migas Didalam dunia Inspection Migas ada bebera...

NIHIL CELAKA atau NIHIL TOLERANSI

Image
NIHIL CELAKA atau NIHIL TOLERANSI Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh... Salam sejahtera untuk kita semua, semoga masih dalam lindungan Allah Swt. Dalam tulisan kali ini, saya kembali mencoba mengutik Tulisan dari Praktisi K3 Senior kita, bpk. Roslinormansyah yakni Nihil Celaka atau Nihil Toleransi    atau Bahasa kerennya Zero Accident or Zero Tolerance. Eehh iya, sebelum kita lanjut, pastikan Kopi sudah tersedia agar lebih nikmat dan santai sambil membaca tulisan ini. Dalam sebuah standard, yaitu IEC 51 , Safety didefinisikan sebagai Freedom from Unacceptable Risk . Definisi ini cukup menarik mengingat bahwa masih banyak Praktisi / Akademisi K3 yang selalu mengaitkan definisi Safety dengan pencegahan Adverse Outcome ( baca : Accident ). Definisi diatas dapat diterjemahkan bahwa safety adalah penerapan Acceptable Risk.   Yang jadi persoalan adalah bagaimanakah Acceptable Risk itu? Dalam berbagai literasi memang disebutkan suatu istilah ALARP (As Low A...

INVESTIGASI INSIDEN, SEKEDAR MENCARI "APA" ATAU MEMBANGUN "BAGAIMANA".

Image
By : Hamdani Angga Kusuma. Assalamualaikum. Wr. Wb Semangat Pagiii rekan² Praktisi K3 dan sobat GSDI, ysh... Pada kesempatan kali ini sambil nyeruput Kopi di Kedai Kopi "Janji Jiwa", sekaligus mencoba menulis, dengan apa yang sudah di tuliskan juga oleh Senior Praktisi K3, Bpk. Roslinormansyah Ridwan, yaitu Investigasi Incident, sekedar mencari "Apa" atau membangun "Bagaimana". Lazim bagi sebagian besar Praktisi K3 atau Akademisi K3 selalu menjalankan Investigasi bila muncul adanya Kecelakaan Kerja atau Peristiwa yang memberikan dampak pada Manusia / Harta benda Perusahaan / Lingkungan Hidup / Masyarakat sekitar dan lain sebagainya. Analysis akar masalah (Root Cause Analysis) dengan beragam Tehnik menjadi Andalan Utama untuk menyibak tentang "apa" saja yang menjadi faktor penyumbang (Langsung atau Tidak Langsung) terhadap peristiwa yang memberikan dampak kerugian tersebut. Ketika "apa" sudah diketahui maka proses Investigasi...